Efek Atmosfer pada cahaya matahari

Setelah menempuh perjalanan 93 juta mil tanpa hambatan, sinar matahari harus menembus lusinan mil lapisan udara sebelum mencapai mata kita. Hanya sedikit yang sampai namun dapat memainkan trik dan menciptakan keindahan. Tetesan air dan  kristal es dapat membelokkan dan memantulkan sinar matahari menjadi pelangi, lingkaran cahaya (halo), dan berbagai bentuk warna-warni lainnya. Jadi ingat: Skygazing (fenomena langit) tidak hanya pada malam hari, bahkan dapat terjadi pada siang hari.

1. Halo matahari

Halo matahari

Pada lapisan atmosfer, kristal es  yang berbentuk enam-sisi di awan cirrus membiaskan atau memantulkan cahaya dengan cara yang sama seperti prisma. Efeknya adalah tercipta sebuah halo yang mengelilingi matahari dengan radius 22 °. Radius tersebut terlalu dekat sehingga orang biasanya tidak bisa melihat halo matahari kecuali ada bangunan atau objek lain yang menutupi matahari. Dalam kondisi yang baik, Anda bisa melihat warna dalam halo seperti merah pada bagian dalam busur. Sebuah halo dengan radius yang sama juga dapat terbentuk di sekitar bulan purnama.

2. Sun dogs

Sun dogs

Ketika Matahari posisinya rendah di langit dan awan cirrus berlimpah, halo matahari yang radiusnya 22° dapat menjadi sangat cerah secara signifikan di sekitar Matahari. Hal ini akan menciptakan baik tunggal atau sepasang Sun dogs, tergantung di mana awan-awan itu terletak. (Orang-orang kadang menyebut fenomena ini sebagai peringatan dari matahari atau parhelia) Sun dog kadang-kadang menunjukkan warnanya, seperti dalam foto ini, tetapi lebih sering  muncul sebagai cahaya putih yang menyebar.

3. Pelangi (Rainbow)

Rainbow


Pertemuan hujan dan sinar matahari menciptakan salah satu pemandangan langit siang hari yang paling mengesankan. Jika matahari bersinar selama hujan berlangsung, lihatlah langit pada arah yang berlawanan dengan matahari dan Anda akan melihat setidaknya satu pelangi. Sinar matahari masuk pada sisi dekat butiran air dan dibiaskan, hal ini akan memecah cahaya menjadi warna komponennya. Cahaya ini kemudian memantul dari belakang butiran air dan keluar melalui bagian depan, di mana sekali lagi akan dibiaskan.

Cahaya muncul dari hujan pada sudut 42° dari tempat masuk. Jadi, ketinggian Matahari harus lebih kecil dari 42° agar Anda dapat melihat pelangi, dan busur pelangi memiliki radius 42° di sekitar titik pusat yang berlawanan dengan arah Matahari. Karena cahaya merah akan dibiaskan lebih kecil dari cahaya ungu, bagian luar pelangi adalah merah. Jika sinar matahari sangat kuat, cahaya akan dibiaskan untuk kedua kalinya dalam butiran air dan akan menimbulkan pelangi sekunder. Pelangi sekunder memiliki radius 51° dan sinarnya lebih redup daripada pelangi primer. (Langit yang ada di antara busur pelangi  terlihat secara signifikan lebih gelap dari langit sekitar.) Warna pada pelangi sekunder terlihat dalam urutan terbalik.

Sumber: Teach yourself VISUALLY Astronomy

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s