Memaksimalkan Potensi UMKM dan Pemuda Menuju Emerging Economy Country

Abstrak

Bank Dunia merilis pernyataan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu dari enam negara yang pertumbuhan ekonominya akan mencapai lebih dari setengah dari pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025. Negara-negara tersebut adalah Brazil, Russia, Indonesia, India, China, dan Korea Selatan yang lebih dikenal dengan BRIICS. Keenam negara inilah yang diprediksi akan menggeser kekuatan ekonomi dunia. Selain itu BRIICS juga berpotensi menjadi emerging economy country dan akan menjadi driver pertumbuhan negara-negara berkembang. Pernyataan ini dirilis di Washington DC pada 17 Mei 2011.

Pendahuluan

Sebagian besar perekonomian Indonesia ditopang oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM sangat berperan dalam pertumbuhan ekonomi karena memberi kontribusi besar pada Produk Domestik Bruto dan banyak menyerap tenaga kerja. Di negara-negara berkembang, UMKM masih menjadi pondasi ekonomi utama. Selain UMKM, komponen penunjang lain dalam perekonomian adalah pemuda. Pemuda sangat dibutuhkan dalam pembangunan nasional di berbagai bidang termasuk dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi emerging economy country.

Lalu apa yang dimaksud dengan emerging economy country? Dalam istilah Indonesia diartikan sebagai negara dengan ekonomi atau pasar yang berkembang dan akan menyetir ekonomi negara-negara berkembang lain bahkan akan menjadi kutub perekonomian dunia. Emerging economy merupakan keadaan negara yang pertumbuhan ekonominya sangat pesat dan volatilitasnya tinggi. Negara seperti ini menjanjikan potensi pertumbuhan luar biasa namun memiliki resiko politik, keuangan, dan sosial yang signifikan.

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi emerging economy country. Potensi ini meliputi jumlah penduduk, sumber daya alam, dan letak geografis (demografi) Indonesia. Selanjutnya tinggal bagaimana mengelola potensi-potensi ini agar dapat menunjang perkembangan UMKM di Indonesia.

Kondisi Indonesia saat ini

Di Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara dengan kawasan terbesar, penduduk terbanyak, dan memiliki sumber daya alam terkaya yang menjadikan Indonesia sebagai kekuatan utama perekonomian ASEAN. Dalam perekonomian global, Indonesia menempati peringkat 54 pada indeks daya saing global (Global Competitiveness index) yang dirilis World Economic Forum tahun 2009-2010. Peringkat Indonesia naik menjadi peringkat 44 setahun kemudian yang masih lebih baik daripada Brazil, Russia, dan India.

Keadaan ekonomi Indonesia saat ini masih mengedepankan bidang pertanian dan industri yang mengekstraksi dan mengumpulkan hasil alam. Industri yang berorientasi menambah nilai produk, proses, dan distribusi masih jarang di negeri ini. Seperti UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi negara masih belum menjadi perhatian utama pemerintah. Disinilah peran Pemuda diharapkan bisa menjadi sumber pemikiran bagi pemerintah agar menghasilkan kebijakan-kebijakan yang relevan dan mendukung perkembangan UMKM di Indonesia.

Saat ini, tantangan yang dihadapi Indonesia yaitu adanya kesenjangan pembangunan antara kawasan barat dan kawasan timur yang membuat Indonesia harus bekerja keras untuk memeratakan pembangunan walaupun tidak dalam waktu singkat. Ketersediaan infrastruktur di berbagai wilayah juga masih minim. Infrastruktur itu sendiri mempunyai spektrum yang luas. Yang harus jadi perhatian utama adalah infrastruktur yang mendorong konektivitas antar wilayah sehingga biaya distribusi dan logistik akan berkurang. Infrastruktur juga harus didukung dengan regulasi dan aturan yang tidak rumit sehingga daya saing UMKM di seluruh Indonesia semakin baik. Tantangan lainnya adalah masih minimnya peran serta pemuda dalam hal pembangunan ekonomi melihat potensi para pemuda yang sangat besar.

Potensi-potensi Indonesia

Indonesia merupakan negara yang jumlah penduduknya terbanyak keempat setelah China, India, dan Amerika. Dengan populasi penduduk mencapai 242 juta jiwa, Indonesia mempunyai potensi pasar domestik yang besar seperti di China. Selain itu 60% populasi berusia di bawah 39 tahun sehingga menyediakan tenaga kerja yang dinamis. Rasio ketergantungan (Dependency ratio) Indonesia akan mencapai minimum pada tahun 2020-2030. Rasio ketergantungan menggambarkan perbandingan antara jumlah penduduk non-produktif dengan penduduk produktif. 

Implementasi kebijakan untuk memaksimalkan potensi ini yaitu bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan agar usia produktif dapat terserap secara maksimal. Langkah konkret yang dapat dilakukan adalah dengan memberi insentif ke UMKM agar dapat berkembang misalnya dengan memberikan dana bergulir dan modal kredit serta administrasi yang mudah diakses oleh UMKM.

Selain penduduk, potensi Indonesia yang lain adalah sumber daya alam yang melimpah. Sampai tahun 2010 Indonesia masih menjadi produsen terbesar dunia untuk beberapa komoditas, antara lain produsen kelapa sawit terbesar di dunia (20,8 juta ton), produsen kakao (792 ribu ton), produsen timah (105 ribu metrik ton), karet (2,4 juta ton), dan Nikel (189 ribu metrik ton) terbesar kedua di dunia, serta komoditas lainnya seperti baja, besi, tembaga, dan perikanan. Selain itu cadangan energi Indonesia juga sangat besar antara lain batubara, panas bumi, gas alam, dan air.

Kontribusi UMKM dalam pengolahan SDA memang masih kecil. Tapi setidaknya industri yang mengolah dan mengekstraksi hasil alam dari pihak asing diminimalkan agar investor dalam negeri dapat besaing. Kebijakan yang berkaitan dengan SDA sebaiknya dibuat agar industri dalam negeri dapat mengolah alam dengan SDM sendiri. Tentu kebijakan ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM dengan pendidikan dan dilaksanakan secara bertahap.

Dengan panjang mencapai 5200 km dan lebar mencapai 1870 km secara tidak langsung Indonesia dilewati jalur utama perdagangan dunia yaitu Sea Lane of Communication (SLoC), selat malaka. Berdasarkan data United Nations Environmental Programme (UNEP, 2009), Indonesia memiliki akses langsung kepada 6 (enam) wilayah LME yang mempunyai potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar, yaitu: LME 34 – Teluk Bengala; LME 36 – Laut Cina Selatan; LME 37 – Sulu Celebes; LME 38 – Laut laut Indonesia; LME 39 – Arafura – Gulf Carpentaria; LME 45 – Laut Australia Utara.

Selama ini tidak sedikit UMKM yang sudah berhasil menembus pasar internasional. Pembebasan pajak ekspor oleh pemerintah sepertinya sangat membantu UMKM sehingga dapat memasarkan produknya ke luar negeri dengan lebih efisien. Selanjutnya pemerintah seharusnya menciptakan branding terhadap UMKM agar dapat tumbuh dan berkembang sampai level internasional.

Peran UMKM dan pemuda menuju emerging economy

Sebelum krisis 1998 rata-rata pertumbuhan Indonesia mencapai 8%. Akibat krisis pertumbuhan ekonomi anjlog sampai titik nadir yaitu sekitar -14% .Kendati demikian tren pertumbuhan Indonesia paska krisis (5,1%) masih lebih baik dari rata-rata pertumbuhan negara ASEAN lainnya (4,1%).  Begitu pula pada krisis global tahun 2008, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih diatas rata-rata negara ASEAN lainnya. Pertumbuhan ini lebih didukung dari sektor UMKM.

Saat ini sektor yang paling banyak menyumbang PDB Indonesia bukanlah dari industri-industri besar melainkan dari industri kecil dan menengah. Berdasarkan data Kemenkop UMKM, Kontribusi UMKM pada PDB Indonesia mencapai 55,56% pada tahun 2009 dan naik menjadi 56,5% pada tahun 2011. Selain itu tenaga kerja yang diserap oleh UMKM mencapai 66,74%. Sampai tahun 2011 jumlah UMKM di Indonesia menembus angka 55,21 juta unit.

Selama ini pemerintah sudah mengimplementasikan kebijakan untuk membantu pertumbuhan UMKM yaitu kredit modal melalui perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Tetapi proses administrasi yang panjang dan biaya besar membuat pemilik UMKM enggan memanfaatkan kredit ini. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan dalam proses administrasi agar lebih mudah diakses oleh pemilik UMKM.

Selain kebijakan dari pemerintah, peran pemuda sangat dibutuhkan untuk membantu perkembangan UMKM. Pemuda bisa menjadi pendamping seperti konsultan pajak dalam bidang perpajakan. Dengan adanya pemuda diharapkan banyak terobosan dan inovasi sehingga output UMKM semakin bervariasi. Disamping menjadi pendamping pemuda juga dapat menjadi wirausahawan. Setiap UMKM baru yang terbentuk akan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Hasilnya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat dan stabil.

Kesimpulan

Kontribusi UMKM dan pemuda dalam perekonomian Indonesia cukup signifikan. Untuk memaksimalkan kontribusi UMKM dan pemuda dalam perekonomian nasional, perlu adanya langkah-langkah berikut:

–          Memeratakan pembangunan infrastruktur agar konektivitas antarwilayah semakin baik.

–          Memanfaatkan potensi yang ada untuk menunjang perkembangan UMKM.

–          Meminimalisasi keterbatasan UMKM melalui kebijakan kredit modal yang mudah diakses dengan biaya rendah

–          Mempromosikan UMKM ke pasar internasional.

–          Mengikutsertakan pemuda dalam kegiatan-kegiatan riil ekonomi.

Mimpi Indonesia menjadi emerging economy country akan menjadi kenyataan jika seluruh komponen bangsa Indonesia bahu-membahu membangun perekonomian bangsa ini khususnya para pemuda yang akan menjadi harapan pada generasi mendatang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s