Observing the sun

Beberapa tahun lalu ketika saya masih berbaju putih abu-abu ada ekstrakulikuler MOSI (Menuju Olimpiade Sains Indonesia) dan saya ikut pada bidang Astronomi. Sejak kecil saya sudah tertarik dengan sesuatu yang beraroma sains khususnya tentang alam semesta. Acara favorit yang selalu saya tonton waktu itu adalah National Geographic, Astronomy, dan sebagainya. Ketertarikan saya akan astronomi berlanjut sampai tingkat SMA.

Beberapa kegiatan terkait ekstra mosi astronomi yang paling saya nanti adalah observasi, yaitu mengamati langit dengan teleskop. Kegiatan berikut dilaksanakan sekitar tahun 2010 saat astronomi sedang booming karena kontingen dari sekolah (saya sendiri) berhasil meraih medali perak Olimpiade Sains Nasional tahun 2009 bidang Astronomi. Kegiatan ini dilakukan untuk memotivasi adik-adik kelas untuk menumbuhkan semangat belajar tentang astronomi.

Image

Image

Sebelum memulai kegiatan kami diberi pengarahan oleh Tim yang sengaja di impor dari Jogja oleh guru pembimbing. Tim ini terdiri dari seorang dosen dan asistennya. Foto di atas saat kegiatan pemberian materi tentang teleskop serta cara memakainya (sebenarnya saya sudah mahir).

Image

Setelah proses pengarahan materi, lalu berlanjut ke prakteknya. Proses merakit teleskop memang tidak mudah tapi juga tidak susah. Dalam dunia astronomi proses merakit teleskop sampai siap digunakan disebut assembling. Kegiatan merakit teleskop sangat mengasyikan.

Image

Teleskop sudah dirakit, sebelum digunakan ada satu tahap yang penting juga yaitu alignment yaitu menyejajarkan antara view lensa utama teleskop dengan lensa teropong kecil yang ada di atas teleskop.

Image

Image

Oke, sekarang teleskop sudah siap digunakan untuk observasi. Karena waktunya siang jadi benda langit yang paling mungkin untuk diamati adalah matahari. Pengamatan dengan matahari sebagai objek harus hati-hati. Sangat dilarang keras mengamati matahari tanpa filter matahari. Ibaratnya jika mengamati dengan teleskop tanpa filter, mata seperti kena kaca pembesar yang kekuatannya berkali-kali lipat dibanding kaca pembesar biasa dan bisa menyebabkan kebutaan.

Image

Image

Objeknya juga matahari, jadi yang paling ditunggu adalah bintik hitam yang ada dipermukaan matahari. Namun saat itu kami kurang beruntung karena matahari dalam tahap minim bintik matahari. Dan inilah hasil observasi dari astronom-astronom amatir dari SMA Negeri 1 Slawi. Kualitasnya tidak sebagus fotografer prosesional. “But it’s very exciting to observe the sun”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s